Hasan Hembilo, dialah orang yang pertama kali melakukan pendakian gunung Tambora dengan membuka jalur pendakian melalui dusun Pancasila, Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat ( NTB ). Riwayatnya pun masih dikenang oleh masyarakat lokal hingga kini. Hasan merupakan warga asli Dusun Pancasila yang mendaki bersama tiga orang warga negara asing. Karena penyakit sesak nafas yang dideritanya, Hasan menghembuskan nafas terakhir saat pendakian.
Sebelum meninggal, ia sempat memberikan wasiat bahwa jasadnya tidak ingin dibawa pulang dan ingin dikubur di gunung Tambora saja dan berpesan agar keluarganya diberi kabar atas kematiannya. Kemudian, dengan alat seadanya tiga orang bule itupun menguburkan jasad Hasan dengan kedalaman hanya sekitar 30 sentimeter dan ditindih dengan batu – batuan.
"Setelah kematian Hasan Hembilo, banyak masyarakat yang melakukan pendakian gunung Tambora melalui dusun Pancasila," kata Wakil Ketua Kelompok Masyarakat Pecinta Alam ( KMPA ) Kempo, Edy Budimansyah di Bima.
Edi menambahkan, baru kemudian pada tahun 2008, Bupati Dompu mengerahkan para pecinta alam ( PA ), TNI ( Tentara Nasional Indonesia ) dan masyarakat umum untuk membuat jalur baru melalui Doroncanga. Upaya itu berhasil, sehingga saat ini jalur pendakian gunung Tambora menjadi dua, yakin dusun Pancasila dan Doroncanga.
Menuju puncak Gunung Tambora terdapat 6 pos yang masing - masing pos dapat ditempuh sekitar 2 jam dengan berjalan kaki.
ARTIKEL TERKAIT: