Di air terjun itulah Dewi Anjani, Sang Ratu Penguasa Gunung Rinjani, mandi dan membasuh rambutnya yang ikal dan panjang sehingga nyaris menyentuh Bumi.
Lokasi dua lokasi air terjun di Dusun Pemotoh, Desa Aik Berik, Kecamatan Batu Keliang Utara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ( NTB ), atau sekitar 33 kilometer arah timur Kota Mataram, ibu kota NTB.
Untuk menuju ke sana, Anda bisa menempuh dengan sepeda motor atau mobil ke Desa Teratak. Dari desa ini, ambil arah kiri ( utara ).
Sebagian jalan tengah dalam perbaikan menggunakan aspal hotmix. Meskipun ramai dikunjungi saat hari libur, obyek wisata ini tak bisa digunakan untuk menginap. Hal ini karena belum ada fasilitas dan akomodasi yang tersedia.
Benang Setukel terdiri atas dua air terjun yang berderet. Airnya yang meluncur dari ketinggian 30 meter terlihat bagaikan segumpal benang ( setukel ) yang jatuh ke kolam dangkal, terbentuk secara alami.
Air seperti tumpah dari kawasan hutan lindung Gunung Rinjani yang ketinggiannya 3.726 meter di atas permukaan laut.
Air terjun Benang Kelambu terdiri atas dua kelompok. Di kelompok pertama terdapat dua air terjun dan di kelompok kedua terdapat empat air terjun.
Lokasi air terjun ini berada sekitar 500 meter di atas air terjun Benang Setukel. Namun, uniknya, air terjun Benang Kelambu ini tak langsung jatuh ke bawah, tetapi mengalir melalui bebatuan yang berbentuk ceper dan tersusun, kemudian merambat melalui semak - semak belukar di dinding air terjun.
Saat air jatuh dari semak - semak belukar tersebut, percikannya membentuk bentangan tirai putih bagaikan benang kelambu.
Oleh sebab itu, masyarakat menjulukinya sebagai air terjun Benang Kelambu. Air yang jatuh seperti ”dihalangi” bebatuan dan semak - semak belukar.
Akibatnya, jika berada di bawah air terjun ini, Anda tak bakal dihantam seperti gulungan air jatuh, tetapi seperti diguyur air hujan.
Setibanya di areal parkir obyek wisata ini, Anda harus berjalan kaki 500 meter menuju lokasi. Perjalanan ke sana tak membahayakan.
Sebab, di beberapa tempat, jalannya dilengkapi dengan tangga beton. Namun, bagi yang tak terbiasa berjalan menapak tangga, jalan menuju Benang Setukel pasti akan membuat Anda ngos - ngosan dan berkeringat.
Perlu diakui, jalan yang agak berat adalah saat menuju air terjun Benang Kelambu. Rutenya bisa melalui lokasi air terjun Benang Setukel dengan tanah terjal, berliku, dan melalui jalan setapak. Pengunjung harus berhati - hati karena bisa tergelincir jika tak hati - hati berjalan.
Salah satu pemandangan yang bisa dilihat saat berjalan menuju air terjun itu adalah pengunjung bisa melihat sebagian lahan yang digunakan untuk berkebun cokelat dan kopi.
Setelah berjalan sekitar 30 menit, Anda baru akan tiba di lokasi air terjun. Meskipun lelah, Anda akan disambut cericit unggas yang bersahutan di hutan, dan udara yang sejuk membuat rasa lelah itu hilang seketika. src
ARTIKEL TERKAIT:
Wisata Alam
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Cobalah Daki Gunung Kencana
- Seribu Batu Songgo Langit, Sudut Menawan Di Yogyakarta
- Sunrise Dramatis Di Karimunjawa
- Inilah 6 Jalur Pendakian Gunung Prau
- Dieng, Dataran Tinggi Terbaik Di Indonesia
- Harmoni 3 Elemen Di Rinjani
- 5 Gili Selain Trio Gili Di Lombok
- Pusuk Sembalun Di Lombok Timur
- Trawangan, Gili Yang Tak Biasa
- Ada Kisah Kelam Di Balik Cantiknya Goa Jomblang
- Gua Si Oyot, Tantangan Demi Keindahan
- Wayag Yang Ikonik Di Raja Ampat
- Surga Kecil Terhampar Di Jayapura
- Satu Titik Cahaya Di Gua Cokro
- Top Selfie Pinusan Kragilan Lereng Merbabu
- Bercermin Di Kedung Pengilon
- Tegal Panjang, Savana Cantik Di Papandayan
- Gunung Pangonan, Destinasi Baru Kawasan Dieng
- Lau Kawar, Danau Cantik Di Kaki Sinabung
- Danau Sebening Kaca Di Gunung Kerinci
- 5 Gua Eksotis Di Indonesia
- Selimut Mistis Di Curug Penganten
- Benang Kelambu, Air Terjun Eksklusif Di Lereng Rinjani
- Sembalun Lawang, Desa Dalam Bayang Rinjani