Puncak gunung adalah tujuan hakiki para penggiat alam bebas dan penempuh rimba, khususnya pendaki gunung. Setelah lelah raga menyusuri tebing di lereng gunung, menggapai puncak adalah suasana tak bisa di bayangkan. Lelah raga tiba - tiba lenyap, berganti rasa senang dan berpuas hati. Inilah yang kucari! Begitu seolah teriak kita. Dan bagi yang belum pernah dan ingin mencoba, segeralah kemas barang perbekalan, daki gunung di sekitar anda, rasakan pesona di tanah tinggi di bumi. Dan satu pesan lugas dan bersahaja, cobalah tengok tingginya gunung agar kita membumi .
Nikmati indah dan megah alamnya, padukan dengan kesukaan kita, semisal bagi yang hobby ber fotography, bidikkan kamera anda di indahnya alam. Karena hanya itu yang bisa kita ambil, gambar, bukan barang kepunyaan alam. Dan juga kala di puncak, cobalah nikmati suasana sunrise ( matahari terbit ), suasana yang tak bisa kita temui di luar tingginya alam gunung. Intinya, tak ada kata sesal merambah gunung.
![]() |
Kota Yogyakarta dari Puncak Gunung Kelir |
Contoh, berada di puncak Rinjani , indah tak terduga, temukan kawasan di puncaknya, yakni Segara Anak dan katakan jika aku menipu, bila Segara Anak Rinjani jauh dari megah dan indah.
![]() |
Segara Anak Rinjani |
Mari kita berkawan dengan alam, dan nikmati keindahannya. Mari kita daki tingginya gunung, dan jika telah sampai di puncak tertinggi, teriakkan nama Tuhan Yang Maha Cinta: " Allahu Akbar!"
Niscaya, kita akan menjadi manusia rendah hati dan bersahaja saat menyadari, di puncak dunia, kita hanya mahluk kecil dibandingkan megahnya alam di sekitar kita. Lalu, apa gunanya kita bersombong hati dan merasa paling hebat di bawah sana? Coba lagi rasakan, gemuruh angin dan kicauan burung serta guyuran kabut di puncak dunia, akan semakin membuat kita membumi. Bagi petualang, itu adalah cara paling mudah merubah watak takkabur di bumi Tuhan.
Setelah ini, semoga tak terdengar lagi ungkapan untuk pendaki gunung: " Kurang kerjaan! Capek - capek kok mau, apa gunanya naik gunung?"
Mendaki gunung bagi yang cinta, bukan hal yang kurang pekerjaan dan tak ada gunanya. Mendaki gunung adalah menghilangkan sifat takkabur dan mencoba berperilaku rendah hati bersahaja. Semoga bisa menjadi hikmah.
ARTIKEL TERKAIT:
Inspirasi
- Ternyata Air Lebih Mahal Dari Emas
- Rindu Gunung Yang Dulu...
- Pendaki Era 90 an, Penuh Perjuangan
- Jangan Salah Pilih Teman Pendakian Gunungmu!
- Norman Edwin Quotes
- Tips Seru Petualangan Dengan Anak
- Inilah Sensasi Saat Mendaki Gunung
- Ingin Sahabat Sejati? Carilah Di Hutan Belantara
- Berilah 'Kelas Alam' Bagi Si Kecil
- 10 Lagu Wajib Nasional Indonesia Yang Menggetarkan Hati
- Romantisnya Mendaki Gunung Dengan Pasangan
- Mengharukan: Demi Anak, Seorang Ayah Jual Pena
- 70 Kali Dalam Sehari Maut Dekat Dengan Manusia
- Menikmati Pemandangan Alam Adalah Hak Kita, Tapi....
- Mendaki Gunung Tidak Akan Merubah Apapun!
- Inilah Masjid Portable Yang Pertama Di Indonesia
- Tips Berwudhu Di Alam Bebas
- Tips Packing Yang Tepat Untuk Mendaki Gunung
- Modal Utama Pendakian Gunung: Niat Belajar Dari Alam
- Menjadi Pendaki Yang Cerdas
- Gunung, Racun Yang Menyembuhkan!
- Sang Pemberani Yang Masuk Dalam Kawah Merapi
- Jatuh Cinta Paling Indah Itu Di Puncak Gunung
- Izinkanlah Aku Mendaki Gunung, Sekali Ini
- Dari Gunung Untuk Para Pendakinya