Pada era sekarang, banyak pendaki gunung dan penggiat alam bebas yang mengunjungi gunung hanya semata sebatas pada kesukaan dan membuang rasa bosan. Itu saja. Dan ada kalanya, agar dicap: Hebat! Benarkah pendaki gunung hebat? Mulai dari awal pendakian sore hari dari kaki gunung, hingga menjelang pagi sampai di puncak tinggi, dan dalam masa itu, semalaman cinta tumbuh kepada alam, dan ditunjukkan dengan sikap takut alam akan mengganggunya jika kita iseng kepada alam.
Belantara Indonesia Mountaineering |
Dan kebanyakan, bila bertemu dengan rekan sesama pendaki akan terucap kata: Salam lestari! Lestari untuk alam tentunya. Semangat itu terus membahana selama di tengah alam terbuka. Dari sikap juga berusaha dengan tulus menunjukkan bahwa kita mencintai alam, dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak atau mencoret pohon dan dinding batu, tidak juga memetik Edelweis dengan nada pongah demi kata hebat. Begitu terus terjadi hingga turun di pos terakhir. Gunung dan alam tetap bersih dari sampah kita dan tanpa rusak oleh tangan iseng kita.
Demikian hingga pulang menuju rumah, perilaku tersebut ada baiknya diterapkan. Sekedar berbagi kisah. Tatkala anggota Belantara Indonesia mengunjungi Pantai Teleng Ria di Pacitan Jawa Timur, ada yang membedakan, antara penggiat alam bebas dan bukan, atau Belantara Indonesia atau bukan. Selalu anggota kami sungkan dan tak enak hati untuk membuang bungkus permen di sembarang tempat. Dia selalu mengatakan dengan sedikit gumaman, " Aku Belantara Indonesia, mulai dari diri sendiri untuk menghargai alam dimanapun berada ". Kami bangga!
Maksud kisah kecil di atas bukan kami ingin sok bersih, tetapi hanya ingin dijadikan contoh, bahwa cinta alam itu dimana saja, tak hanya semalaman mendaki gunung cinta tumbuh, kemudian paginya hilang tak berbekas rasa cinta tersebut. Bukan cinta satu malam. Terapkan dan tetap cinta alam dimanapun kita berada. Yang pasti bisa adalah dengan memperhatikan hal - hal kecil, seperti membuang sampah jangan sembarangan. Berkata cinta itu mudah, tetapi merubahnya menjadi tulus itu yang terkadang sulit, dalam hal apapun. Nikmatilah pendakian di alam bebas dan terpesonalah dengan puncak tinggi, tetapi sedihlah saat melihat, alam sekitar kita kotor karena ulah kita juga.
Belantara Indonesia Collection |
Bagi yang suka merokok, merokoklah dengan nyaman, tetapi matikan api rokok hingga benar - benar padam dan tidak membahayakan hutan dari kebakaran. Mendaki gunung itu mudah, mencintai alam juga mudah, yang sulit hanyalah kemauan dan ketulusan. Mendakilah dengan cinta yang bukan cinta satu malam! Salam Rimba Indonesia!
ARTIKEL TERKAIT:
Inspirasi
- Ternyata Air Lebih Mahal Dari Emas
- Rindu Gunung Yang Dulu...
- Pendaki Era 90 an, Penuh Perjuangan
- Jangan Salah Pilih Teman Pendakian Gunungmu!
- Norman Edwin Quotes
- Tips Seru Petualangan Dengan Anak
- Inilah Sensasi Saat Mendaki Gunung
- Ingin Sahabat Sejati? Carilah Di Hutan Belantara
- Berilah 'Kelas Alam' Bagi Si Kecil
- 10 Lagu Wajib Nasional Indonesia Yang Menggetarkan Hati
- Romantisnya Mendaki Gunung Dengan Pasangan
- Mengharukan: Demi Anak, Seorang Ayah Jual Pena
- 70 Kali Dalam Sehari Maut Dekat Dengan Manusia
- Menikmati Pemandangan Alam Adalah Hak Kita, Tapi....
- Mendaki Gunung Tidak Akan Merubah Apapun!
- Inilah Masjid Portable Yang Pertama Di Indonesia
- Tips Berwudhu Di Alam Bebas
- Tips Packing Yang Tepat Untuk Mendaki Gunung
- Modal Utama Pendakian Gunung: Niat Belajar Dari Alam
- Menjadi Pendaki Yang Cerdas
- Gunung, Racun Yang Menyembuhkan!
- Sang Pemberani Yang Masuk Dalam Kawah Merapi
- Jatuh Cinta Paling Indah Itu Di Puncak Gunung
- Izinkanlah Aku Mendaki Gunung, Sekali Ini
- Dari Gunung Untuk Para Pendakinya