Walau terlampau mudah kita menjumpai serombongan penggiat alam bebas khususnya pendaki gunung yang mencantumkan nama dan slogan Pecinta Alam di jaket atau kaosnya.
Biasanya yang umum adalah nama yang disingkat, dan dibelakangnya ditambah dengan dua huruf: PA! Itulah salah satu gaya masa kini, yang hanya mengenal nama, tetapi asing dengan arti.
Sebelum kita coba bedah makna “pecinta alam” secara tersirat, mari kita coba pecah terlebih dahulu makna secara tersurat dari kata “pecinta alam”. kata “pecinta alam” terdiri dari dua kata yaitu “pecinta” dan “alam”. kata yang pertama ( pecinta ) merupakan sebuah subyek yang berasal dari kata “cinta”. kata “cinta” sendiri memiliki arti yang sangat luas.
Pendefinisiannya bisa tergantung dari siapa yang mendefinisikan. kata “cinta” menurut pengertian seorang ABG dapat jauh berbeda dari pengertian seorang yang telah dewasa.
Secara umum kata “cinta” dapat mengandung arti “menyayangi”, “menjaga”, “ingin memiliki”. sedangkan kata “alam” merupakan obyek dari kata “cinta” tadi nah, ketika kita memiliki rasa yang bermakna “cinta” tersebut.
Maka dalam diri kita akan timbul rasa sayang, bangga, ingin selalu berada dekat, ingin selalu menjaga, dan tidak rela jika sesuatu yang kita cintai tersebut hilang, atau rusak, atau bahkan diambil oleh orang lain, dalam hal ini adalah alam. alam sebagai obyek yang kita cintai merupakan segala sesuatu yang berada di sekitar kita beserta seluruh elemen - elemennya.
Jadi secara keseluruhan kata “pecinta alam” dapat memiliki makna, orang - orang ( subyek / pecinta ) yang mencintai alam dan berusaha untuk selalu menjaga kelestarian dan keaslian alam.
Sedangkan ke - pecinta alam-an merupakan sebuah pegangan hidup dimana kita sebagai seorang pecinta alam harus selalu berjalan pada pegangan hidup tersebut sesuai dengan kode etik dan prinsip.
Setelah kita jabarkan makna dari “pecinta alam”, baru kita semua dapat mengetahui bahwa pada dasarnya jika hanya sekedar kegiatan petualangan ( pendakian, hiking, panjat tebing, dll ) kita tidak perlu menyandang nama “pecinta alam”. karena sesungguhnya makna “pecinta alam” jauh lebih dalam daripada pengertian tersebut.
Namun tidak dapat di pungkiri, bahwa sebagian besar kegiatan - kegiatan seorang pecinta alam bergerak di bidang petualangan. hal ini disebabkan karena memang alam yang kita cintai ini tidak mengenal batasan ruang dan waktu, maka kemampuan, pengetahuan dan aktifitas berpetualang juga wajib dikuasai dan dilakukan oleh seorang pecinta alam dimana dengan tujuan sebagai penunjang visi dan misi untuk menjaga dan melestarikan alam ini.
Namun tetaplah mengingat bahwa makna pecinta alam dikembalikan lagi kepada organisasinya masing - masing, jadi tidak aka nada yang lebih benar jika memang pemahamannya kurang benar.
Cobalah tengok suatu waktu, gunung - gunung di Indonesia, sampah dimana - mana, pohon rusak di semabarng lerengnya, ulah siapa?
Sering kita temui pendaki yang mengatasnamakan pecinta alam, setelah makan, tanpa merasa bersalah membuang sampah pembungkus makanan di mana saja di lereng gunung.
Sulit di pungkiri, kejadian tersebut banyak kita jumpai di tengah alam bebas. bagaimana bisa meneriakkan bahwa kita pecinta alam jika tidak sesuai dengan perbuatan? Cintai Indonesia dan alamnya!
Kesimpulannya:
Ternyata lebih banyak penikmat alam dibandingkan pecinta alam karena himbauan dan larangan yang ada di pos pendaftaran pendakian, banyak yang tidak mengindahkannya, seolah kegiatan bersih gunung tidak banyak menyelesaikan masalah, hanya sekedar menjadi perisai dari dampak negatifnya saja. Lalu apa yang harus kita lakukan?
Edukasi bersih alam dan tidak membuang sampah di gunung bagi organisasi pecinta alam sering didengungkan dalam skala pelatihan dan aneka pertemuan atau rapat rutin, tetapi semua itu menjadi hilang di alam bebas sesungguhnya.
Dan seandainya bisa di lereng bawah puncak gunung di pasang banner raksasa yang bertuliskan: Dilarang buang sampah sembarangan!
Niscaya tidak akan banyak berdampak baik. Apa yang harus kita lakukan agar kita sadar dan malu menyandang nama pecinta alam tetapi tidak mencintai alam secara nyata?
ARTIKEL TERKAIT:
Pengetahuan
- Manfaat Bagi Yang Suka Naik Gunung
- Stop Sampah Dan Vandalisme Di Gunung
- Mengenal Bunga Edelweiss Lebih Jauh
- Cara Mencuci Dan Merawat Jaket Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Tips Membuat Bivak
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Tips Tidur Nyenyak Dalam Tenda
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Tips Memakai Tabir Surya Bagi Pendaki Gunung
- Tips Mendaki Gunung Dalam Hening
- Inilah Tehnik Aklimatisasi Yang Baik
- Tips Sebelum Mendaki Gunung
- Mengenal Gejala Acute Mountain Sickness
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Hindari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung
- Fontus, Botol Ajaib Untuk Pendaki