Abu yang baru saja keluar saat erupsi berbeda dengan abu gunung api biasa. Abu ini memiliki struktur kristal yang berujung runcing dan bisa menggores serta mengelupas permukaan ketika dibersihkan. Sebenarnya abu jenis ini bisa bersih secara alami apabila turun hujan. Namun, bila tidak ada hujan turun, maka abu tersebut harus dibersihkan secara manual.
Menurut The International Volcanic Health Hazard Network ( IVHHN ) inilah cara yang benar untuk membersihkan sisa abu vulkanik gunung berapi.
1. Gunakan masker sebelum membersihkan abu. Apabila tidak ada masker, gunakanlah kain yang sudah dibasahi.
2. Buka semua pintu dan jendela agar udara bisa berganti. Pastikan ventilasi ruangan baik, namun gunakan satu pintu untuk mengeluarkan debu.
3. Basahi terlebih dahulu tumpukan abu halus dengan sedikit air sebelum dibersihkan dengan sekop. Hal ini akan membantu agar abu tidak beterbangan dan malah mengganggu.
4. Saat membersihkan atap, jangan menunggu abu terakumulasi dalam jumlah banyak. Abu yang terlalu banyak bisa berbahaya karena akan membebani atap dan malah membuatnya runtuh.
5. Gunakan metode pembersihan efektif menggunakan deterjen dan air. Teknik membersihkan dengan air atau penyedot debut sangat dianjurkan.
6. Ketika membersihkan bahan kaca, porselen atau permukaan akrilik, jangan ditekan atau digosok terlalu berlebihan agar tidak tergores dan terkelupas. Misalnya seperti membersihkan spion, kaca atau mobil, gunakan sedikit deterjen dan air.
7. Gosok abu pada permukaan yang dipelitur akan tidak menyebabkan kepudaran. Anda juga bisa membersihkannya dengan penyedot debut.
8. Kain yang terkena abu harus dibilas dengan air yang mengalir dan dicuci secara hati - hati. Sebelum mencuci pakaian kotor, bersihkan terlebih dahulu pakaian dari abu yang menempel, dan gunakan air yang cukup agar kotoran hilang.
Yang perlu dihindari saat membersihkan abu vulkanik
1. Jangan menyapu abu kering agar abu tidak bercampur pada udara dan terkena mata atau terhirup.
2. Jangan menggunakan lensa kontak saat membersihkan abu karena dapat menggores lensa.
3. Jangan terlalu banyak memberi air pada abu karena abu dapat membentuk masa padat dan malah susah dibersihkan.
4. Jangan mengumpulkan abu di pinggir jalan karena bisa terbawa angin dan mengganggu pengguna jalan.
5. Jangan mengalirkan abu ke talang atau saluran air, karena dapat menyebabkan tersumbat.
6. Berhati - hati berkendara dan jangan menambah kecepatan terlalu berlebihan karena jalanan berabu yang terkena air sangat licin.
Sebarkan informasi penting ini agar abu vulkanik bisa segera dibersihkan dan tidak menimbulkan masalah atau korban jiwa lainnya. src
ARTIKEL TERKAIT:
Kesehatan
- Cara Mengatasi Kram Otot Saat Mendaki
- Jangan Naik Gunung Jika Mempunyai Penyakit Ini
- Mengenal Gejala Acute Mountain Sickness
- Kenali Gejala Hipotermia
- Tips Agar Tetap Sehat Saat Mendaki Gunung
- Manfaat Luar Biasa Mendaki Gunung
- Jangan Terlalu Lama Istirahat Saat Mendaki Gunung
- Cara Mencegah Sakit Di Telinga Saat Mendaki Gunung
- Meningkatkan Kreativitas Dengan Mendaki Gunung
- Perlunya Memiliki Asuransi Kesehatan
- Ingin Badan Langsing? Mendakilah Gunung!
- Menjadi Bagian Dari Rantai Keselamatan
- Sehat Jiwa Raga Dengan Yoga
- Berhenti Merokok Dengan Cara 5 D
- Cara Melepaskan Gigitan Pacet
- Tips Menyiapkan Bekal Makanan Untuk Pendakian Gunung
- Asma Dan Pendakian Gunung
- Jangan Sakit Saat Di Alam Bebas
- Sedia Obat Sebelum Mendaki
- Tips Agar Tak Lelah Saat Mendaki
- Penyakit Akibat Ketinggian Kini Bisa Diprediksi
- 10 Tahun Lebih Muda Dengan Air Putih
- Usia Tua Juga Masih Bisa Mendaki Gunung
- Buah Kurma Untuk Bekal Pendakian
Pengetahuan
- Manfaat Bagi Yang Suka Naik Gunung
- Stop Sampah Dan Vandalisme Di Gunung
- Mengenal Bunga Edelweiss Lebih Jauh
- Cara Mencuci Dan Merawat Jaket Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Tips Membuat Bivak
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Tips Tidur Nyenyak Dalam Tenda
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Tips Memakai Tabir Surya Bagi Pendaki Gunung
- Tips Mendaki Gunung Dalam Hening
- Inilah Tehnik Aklimatisasi Yang Baik
- Tips Sebelum Mendaki Gunung
- Mengenal Gejala Acute Mountain Sickness
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Hindari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung
- Fontus, Botol Ajaib Untuk Pendaki