Kisahnya makin menyebar luas saat difilmkan sineas Riri Riza pada 2005. Aktor Nicholas Saputra didapuk memerankan lelaki berperawakan kecil tersebut.
Buku hariannya, terbit dengan judul Catatan Seorang Demonstran, makin banyak dibaca usai film itu beredar. Termasuk oleh anak - anak muda yang lahir jauh setelah ia meregang nyawa di puncak Gunung Semeru.
Berikut sejumlah fakta menarik menyangkut sosok adik sosiolog Arief Budiman tersebut.
Dikirimi Surat Kaleng Gara - Gara Tulisan
Gie adalah penulis yang produktif. Artikel - artikelnya tersebar di Harian KAMI, Kompas, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya.
Ia menulis di rumah orangtuanya di Jalan Kebon Jeruk IX, dekat Glodok, Jakarta Barat. Di kamar belakang yang temaram, berteman nyamuk, ketika kebanyakan orang telah larut dalam mimpi.
Pemuda kurus ini banyak dikagumi lantaran tulisan - tulisannya. Namun, ada juga yang tak suka. Suatu kali Gie dikirimi surat kaleng oleh seseorang yang mengaku pecinta Bung Karno. Rupanya pengirim surat gusar dengan kritik - kritik Gie dalam mingguan Mahasiswa Indonesia. Surat itu berisi umpatan berbau rasial.
Mengirim Bedak Ke Aktivis Mahasiswa Lain
Sebelum mendaki Semeru, ia mengirim bedak, gincu, dan cermin kepada 13 aktivis mahasiswa yang menjadi anggota DPR setelah Orde Baru berkuasa. Harapannya, agar mereka bisa berdandan dan tambah "cantik" di hadapan penguasa.
Gie kecewa dengan teman - teman mahasiswanya di DPR. Mereka dianggap sudah melupakan rakyat, lebih mementingkan kedudukannya di parlemen. Buat Gie, aktivis mehasiswa sebagainya hanya menjadi kekuatan moral, bukan pelaku politik praktis.
Dalam surat pengantar kiriman, 12 Desember 1969, ia menulis, "Bekerjalah dengan baik, hidup Orde Baru! Nikmati kursi Anda--tidurlah nyenyak.
Mengecam Pembunuhan Massal Kader Dan Simpatisan PKI
Gie gencar mengkritik Partai Komunis Indonesia ( PKI ) dan perilaku politiknya. Tapi, ia menjadi salah seorang intelektual yang pertama - tama mengecam pembunuhan massal terhadap kader dan simpatisan PKI menyusul peristiwa G30S.
Ia menulis esai berjudul Di Sekitar Peristiwa Pembunuhan Besar - besaran di Bali. Petikannya, "Selama tiga bulan, Bali berubah menjadi neraka penyembelihan. Jika di antara pembaca ada yang mempunyai teman putra Bali, tanyakan apakah dia punya seorang kenalan yang menjadi korban peristiwa berdarah itu. Tentu akan diiyakannya, karena memang demikianlah kenyataannya di Bali."
Gie juga mengritik stigmatisasi kader PKI. Misalnya, dengan surat bebas G30S. Ia menganggapnya tak perlu. "Bahkan anak - anak SD kelas V dan IV ( umur 12 - 14 tahun ) harus punya surat "bersih diri" ( bersih dari apa? ). Tiga tahun yang lalu mereka baru berusia 9 - 11 tahun. Ini benar - benar keterlaluan," tulisnya dalam Surat Tidak Terlibat G30S yang dimuat di Kompas, 29 April 1969."
Meninggal Sehari Sebelum Usianya 27
Gie meregang nyawa di puncak Gunung Semeru, Jawa Timur, 16 Desember 1969. Gie tewas karena menghirup asap beracun. Turut tewas saat itu rekan seperjalanannya, Idhan Lubis.
Ia mencandu naik gunung. Bukan sekadar rekreasi. Suatu hari, ia menulis, "Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung"
Tragis, Gie meninggal di tempat yang dicintainya: gunung. Mati muda. Uniknya, ia menyukai baris - baris puisi dari dari seorang filsuf Yunani: Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan/ yang kedua, dilahirkan tapi mati muda/ yang tersial adalah berumur tua/ berbahagialah mereka yang mati muda// src
ARTIKEL TERKAIT:
Legenda
- 5 Tokoh Yang Menginspirasi Pendaki Gunung Indonesia
- Norman Edwin Quotes
- Legenda Puncak Syarif Gunung Merbabu
- Asmujiono Diselamatkan Adzan Saat Di Puncak Gunung Everest
- Siapakah Perancang Lambang Garuda Pancasila?
- Makam Ki Ageng Makukuhan Di Puncak Gunung Sumbing
- Dahsyatnya Letusan Tambora Yang Melegenda
- Runtuhnya Penyumbang Emas Tugu Monas
- Medina Kamil Menikah, Fans Cowok Silahkan Nangis Bareng!
- Siapa Pencetus Kalimat "Ini Ibu Budi"?
- Menjadi Anak Muda Bermutu Ala Soe Hok Gie
- Inilah Perempuan Termuda Pertama Pemuncak Everest
- Mengenal Clara Sumarwati Lebih Dekat
- Clara Sumarwati Belajar Manajemen Pada Alam
- Tips Sukses Clara Sumarwati Mendaki Everest
- Pengorbanan Asmujiono
- Foto - Foto R.M.S Titanic Yang Tidak Banyak Diketahui
- Tiga Sosok Pentolan Preman Yogyakarta
- Gun Jack, Preman Legendaris Dari Yogyakarta
- Alyssa Azar Siap Menjadi Pendaki Wanita Termuda Everest
- Keris Mpu Gandring Yang Terkubur Di Kawah Gunung Kelud
- Gie, Dokter Cinta Yang Gagal Dalam Asmara
- Para Pendaki Hebat Gunung Everest
- Soe Hok Gie Dan Bung Karno