Melibatkan anak dalam penentuan agenda
Agar perjalanan terasa nyaman dan menyenangkan, sebaiknya buat agenda bersama anak. Tunjukkan beberapa rute potensial dan minta sang anak untuk memilih salah satunya. Setelah itu, lakukan review dari rute yang telah dipilih.
Pilih 'misi' yang terbilang kecil
Satu poin penting yang harus diperhatikan adalah jangan sampai membuat anak lelah sebelum sampai di akhir pendakian.
Karenanya, pilih pendakian yang terbilang mudah untuk kali pertama dan buat rencana lebih besar di masa mendatang. Tetap pilih rute dengan jarak kurang dari 10 kilometer untuk anak di bawah 10 tahun.
Jangan berlari sebelum bisa berjalan
Ide untuk coba menekan anak - anak untuk sampai lebih cepat adalah kesalahan besar. Perjalanan ini berkaitan dengan rasa senang, bukan lomba.
Namun, jangan juga terlalu membatasi anak untuk tak memanjat pohon, mengumpulkan berbagai barang, dan bermain petak umpet. Berdiskusi, juga menyesuaikan keadaan bisa jadi salah satu kunci untuk mendapat perjalanan menyenangkan.
Mudah bosan, kesuksesan hiking bersama anak bisa tergantung pada seberapa menarik perjalanan yang direncanakan.
Kalau mereka menyukai hewan, maka pilih jalur di mana bisa melihat kehidupan alam liar. Sebagian besar anak mungkin akan tertarik dengan berbagai hal baru.
Tetap beri perhatian ketika mereka memusatkan perhatian pada beberapa 'fenomena' di sekitar.
Tak hanya melakukan perencanaan tunggal
Karena improvisasi hampir pasti dilakukan, setidaknya harus ada garis besar akan perjalanan yang akan dilakoni.
Membuat rencana 'b' dan 'c' dirasa penting agar faktor keamanan saat berpetualang tetap terjaga. Riset akan berbagai destinasi jadi satu hal wajib untuk dilakukan.
Pasalnya, perbedaan tempat bisa berpengaruh pada rencana perjalanan, serta berbagai barang bawaan.
Smart packing
Pilih pakaian yang bisa dipadu - padankan dengan mudah, hindari membawa jeans yang notabene memakan tempat dan membuat ransel jadi makin berat. Karena anak biasanya mudah bosan, jangan lupa untuk membawa satu - dua camilan kesukaannya.
Bawa mainan kecil
Berjaga - jaga kalau makanan tak mempan membuat anak diam, sebaiknya mainan favorit jangan sampai tertinggal.
Namun, pilih juga mainan yang masih terjangkau untuk dimasukkan ke koper atau ransel. Jangan terlalu besar dan mudah rusak.
Jangan takut untuk mencoba berbagai pengalaman
Rasa khawatir akan kesehatan dan keselamatan anak memang wajar muncul, namun bukan berarti hal itu menghalangi sederet petualangan yang sudah tersaji di depan mata.
Diving, snorkeling, dan hiking bisa jadi pilihan untuk mencoba daya tahan tubuh anak. Paling penting, kenali dulu kondisi tubuh anak dan diri sendiri. bintang
ARTIKEL TERKAIT:
Inspirasi
- Ternyata Air Lebih Mahal Dari Emas
- Rindu Gunung Yang Dulu...
- Pendaki Era 90 an, Penuh Perjuangan
- Jangan Salah Pilih Teman Pendakian Gunungmu!
- Norman Edwin Quotes
- Inilah Sensasi Saat Mendaki Gunung
- Ingin Sahabat Sejati? Carilah Di Hutan Belantara
- Berilah 'Kelas Alam' Bagi Si Kecil
- 10 Lagu Wajib Nasional Indonesia Yang Menggetarkan Hati
- Romantisnya Mendaki Gunung Dengan Pasangan
- Mengharukan: Demi Anak, Seorang Ayah Jual Pena
- 70 Kali Dalam Sehari Maut Dekat Dengan Manusia
- Menikmati Pemandangan Alam Adalah Hak Kita, Tapi....
- Mendaki Gunung Tidak Akan Merubah Apapun!
- Inilah Masjid Portable Yang Pertama Di Indonesia
- Tips Berwudhu Di Alam Bebas
- Tips Packing Yang Tepat Untuk Mendaki Gunung
- Modal Utama Pendakian Gunung: Niat Belajar Dari Alam
- Menjadi Pendaki Yang Cerdas
- Gunung, Racun Yang Menyembuhkan!
- Sang Pemberani Yang Masuk Dalam Kawah Merapi
- Jatuh Cinta Paling Indah Itu Di Puncak Gunung
- Izinkanlah Aku Mendaki Gunung, Sekali Ini
- Dari Gunung Untuk Para Pendakinya