Banyak pandangan negatif tentang pendakian gunung, yang intinya, hanya mencari mati dan minimal mencari lelah.
Kemudian, merugikan, karena otomatis, harga perlengkapan pendakian sesederhana apapun pasti bukan hal murah dari segi keuangan.
Benarkah tidak menguntungkan? Tentu bagi para pendaki sejati akan menjawab: Menguntungkan, dan hampir tak ada ruginya. Apa untungnya?
Cobalah daki tingginya gunung dan buang pandangan anda ke seantero alam terbuka di sisi gunung dan di bawah gunung, sejauh mata bisa memandang.
Keindahan yang tak akan bisa ditemui selain di puncak bumi, gunung! Itulah mengapa pendaki sejati tidak akan merasa rugi.
Cobalah bagi yang tidak atau belum menyukai dunia pendakian gunung, raihlah puncak tinggi, niscaya kita akan kembali membumi.
Jangan dipaksakan, nanti rasa itu akan tumbuh bila telah mulai mencintai alam ini, minimal, alam megah Indonesia!
Kemudian akan tercetus kata gugatan. "Ah hanya melihat itu kan bisa menggunakan Helikopter atau dari pesawat terbang.."
Pasti lain rasanya bila kita mendaki gunung, menyiapkan peralatan, menyisihkan waktu, menyusun tenaga, menyusuri lereng gunung, menempuh hutan rimba, memasuki wilayah yang belum kita kenal, yakni alam gunung.
Setelah lelah berpacu didalam raga, puncak tergapai dan keindahan terhampar. Puas. Itulah satu kata: puas! Kesuksesan bukankah akan terasa menjadi saat menggapainya bersama lelah?
Jadi, intinya, jangan remehkan pendaki gunung sejati yang dengan sepenuh hasrat melawan hawa dingin, menepis hujan, mengayuh kabut dan menepis badai gunung.
Semua ada gunanya. Yakni menikmati kemegahan karya Sang Pencipta alam, Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian kita akan lebih membumi. Membuang rasa sombong dan merasa paling hebat di bumi milik Tuhan.
Bila tidak mampu mendaki menuju puncak Gunung, cobalah kunjungi Ranu Kumbolo Semeru. Keindahan alam yang tiada bandingnya. Keindahan dan kesejukan alam sangat terasa.
Hamparan danau dan keindahan sunrise terlihat bagai lukisan. Setelah itu, coba daki tingginya Semeru, dan raih Jonggring Saloka. Kemegahan gunung didepan mata. Setelah itu, buang pikiran, mendaki gunung kegiatan tidak ada gunanya.
Menikmati dan mengagumi alam indah Indonesia dari puncak Gunung, itulah yang bisa kami dan pendaki lainnya lakukan. Tanpa merusaknya, tanpa mencelanya. Salam Rimba Indonesia!
ARTIKEL TERKAIT:
Inspirasi
- Ternyata Air Lebih Mahal Dari Emas
- Rindu Gunung Yang Dulu...
- Pendaki Era 90 an, Penuh Perjuangan
- Jangan Salah Pilih Teman Pendakian Gunungmu!
- Norman Edwin Quotes
- Tips Seru Petualangan Dengan Anak
- Inilah Sensasi Saat Mendaki Gunung
- Ingin Sahabat Sejati? Carilah Di Hutan Belantara
- Berilah 'Kelas Alam' Bagi Si Kecil
- 10 Lagu Wajib Nasional Indonesia Yang Menggetarkan Hati
- Romantisnya Mendaki Gunung Dengan Pasangan
- Mengharukan: Demi Anak, Seorang Ayah Jual Pena
- 70 Kali Dalam Sehari Maut Dekat Dengan Manusia
- Menikmati Pemandangan Alam Adalah Hak Kita, Tapi....
- Mendaki Gunung Tidak Akan Merubah Apapun!
- Inilah Masjid Portable Yang Pertama Di Indonesia
- Tips Berwudhu Di Alam Bebas
- Tips Packing Yang Tepat Untuk Mendaki Gunung
- Modal Utama Pendakian Gunung: Niat Belajar Dari Alam
- Menjadi Pendaki Yang Cerdas
- Gunung, Racun Yang Menyembuhkan!
- Sang Pemberani Yang Masuk Dalam Kawah Merapi
- Jatuh Cinta Paling Indah Itu Di Puncak Gunung
- Izinkanlah Aku Mendaki Gunung, Sekali Ini
- Dari Gunung Untuk Para Pendakinya