Namun ia bertekad untuk tetap sekolah dan berobsesi menjadi orang terkenal pada kemudian hari. Kesadaran itu membuat lelaki kelahiran 1 September 1971 itu membiasakan diri bangun subuh dan lari sejauh empat kilo meter lebih menuju sekolahnya. Kebiasaan terebut berlanjut hingga SMP yang berjarak tujuh km dari rumahnya. Selama itu pula, Asmujiono membawa tas yang isinya pakaian, seragam sekolah dan mandi setiba di sekolah.
Kebiasaan itu juga yang mengantarkan ke jenjang sukses. Ketika di SMP Negeri, Asmujiono berhasil tampil sebagai juara umum dalam lomba maraton se - Jawa Timur memperingati Hari Ulang Tahun Kotamadya Malang, mengalahkan pelari - pelari asal Jakarta dan daerah lain.
Sebagai anak angkat, Asmujiono sadar bahwa ia tidak bisa berdiam diri, seperti halnya teman - teman remajanya, ia membantu orangtua angkatnya menjaga kebun setelah pulang sekolah. Setelah tamat SMA Diponegoro, Malang, impian Asmujiono yang ketika itu sudah bertekad menjadi tentara, belum juga tercapai. Ia bahkan sempat menganggur selama setahun.
Saat itu, ia mulai mencoba berdagang buah - buahan sambil mencari informasi bagaimana caranya masuk tentara. Berkat kegigihannya, ia berhasil memenuhi impiannya menjadi tentara. Itu pun dilaluinya dengan susah payah. Setahun kemudian, 1995, ia terpilih masuk Kopassus setelah melalui tes yang cukup berat, antara lain kemampuan fisik, lari, renang. Ia kemudian masuk pendidikan di Grup III Kopassus di Batujajar, Jawa Barat.
Di sini, Asmujiono meraih rangking dua kecepatan lari. Ia terpilih sebagai pendaki serbu dan mengikuti pendidikan selama dua bulan lebih di Gunung Parang, kemudian bertugas di Timor Timur selama sepuluh bulan dan menjalani pendidikan Sandi Jejak di Batujajar. Ketika menjalani pendidikan itu, Asmujiono diikutkan dalam seleksi ekspedisi Everest.
Selama seleksi antara lain mendaki Gunung Gede, Gunung Putri, renang, lari sprint naik turun tangga, ia mencatat prestasi gemilang. Berhasil memecahkan rekor 45 menit mengelilingi Gunung Gede dan meraih rangking I, rangking II diraih Misirin.
Prestasi itulah yang mengantarkannya ke Nepal, ikut ekspedisi Everest. “Saya ingin menjadi orang terkenal, tapi nggak tahu lewat mana,” obsesi Asmujiono suatu ketika. Sekarang ia sudah terkenal. Dicatat sejarah sebagai orang Indonesia pertama mencapai Puncak Everest tanggal 27 April 1997 dan sekaligus sebagai orang pertama pula se - Asia Tenggara.
Sumber : Di Puncak Himalaya Merah Putih Kukibarkan 1997
ARTIKEL TERKAIT:
Legenda
- 5 Tokoh Yang Menginspirasi Pendaki Gunung Indonesia
- Norman Edwin Quotes
- Fakta Tentang Soe Hok Gie
- Legenda Puncak Syarif Gunung Merbabu
- Asmujiono Diselamatkan Adzan Saat Di Puncak Gunung Everest
- Siapakah Perancang Lambang Garuda Pancasila?
- Makam Ki Ageng Makukuhan Di Puncak Gunung Sumbing
- Dahsyatnya Letusan Tambora Yang Melegenda
- Runtuhnya Penyumbang Emas Tugu Monas
- Medina Kamil Menikah, Fans Cowok Silahkan Nangis Bareng!
- Siapa Pencetus Kalimat "Ini Ibu Budi"?
- Menjadi Anak Muda Bermutu Ala Soe Hok Gie
- Inilah Perempuan Termuda Pertama Pemuncak Everest
- Mengenal Clara Sumarwati Lebih Dekat
- Clara Sumarwati Belajar Manajemen Pada Alam
- Tips Sukses Clara Sumarwati Mendaki Everest
- Pengorbanan Asmujiono
- Foto - Foto R.M.S Titanic Yang Tidak Banyak Diketahui
- Tiga Sosok Pentolan Preman Yogyakarta
- Gun Jack, Preman Legendaris Dari Yogyakarta
- Alyssa Azar Siap Menjadi Pendaki Wanita Termuda Everest
- Keris Mpu Gandring Yang Terkubur Di Kawah Gunung Kelud
- Gie, Dokter Cinta Yang Gagal Dalam Asmara
- Para Pendaki Hebat Gunung Everest
- Soe Hok Gie Dan Bung Karno