Kini Indonesia tercinta dan terkasih tempat kita hidup layak sedang berduka, pedulilah walau sekecil apapun, doa lah yang paling bisa kita lakukan untuk Indonesia.
Semua yang terjadi karena alam yang sedang tak ramah, mengapa? Banyak hal yang bisa menjadikan alasan alam tak lagi ramah. Faktor manusia yang utama sebagai penjaga alam. Perusakan di mana - mana, dan ironisnya, ketika air bah melanda Wasior Papua, pemerintah kita melontarkan kata: : Bukan karena penebangan hutan yang membuat banjir di Wasior. Betulkah? Padahal hutan di Papua sudah teramat rusak karena penebangan dan penggundulan demi kekayaan pejabat dan orang yang bisa berwenang. Masya Allah! Jangan remehkan kemarahan alam, karena tak ada lagi belas kasihan dari alam, seperti sebagian manusia juga tak berbelas kasihan pada mereka. Mari pedulikan bumi dan cintai alam.
Ketika kami tapaki Puncak Garuda Merapi, sampah dan limbah manusia tersebar di seantero puncak, ketika kami daki lereng Lawu, teramat banyak dan luas pohon yang tumbang dan terbakar, saat kami arungi sungai Elo, sampah plastik dan bermacam aneka kotoran meluap memenuhi tingginya air dan menguras kejernihan sungai. Dan masih banyak lagi segala ulah tak baik bagi alam di tempat - tempat yang seharusnya melegenda dan bersih selayaknya alam liar. Ulah siapa?.
Kini alam murka, banyak yang membuat meregang nyawa dan kehilangan harta dan benda. Doakan untuk alam dan negara Indonesia agar terlepas dari bencana suram. Indonesia tumpah darah kita, bela hingga nyawa merenggut badan, dan doakan hingga tak ada lagi kerusakan alam dan kerusakan mental dari penghuninya. Pray For Indonesia! Bangkitlah alam Indonesia!
ARTIKEL TERKAIT: