Kita mungkin telah melalui jalan yang sama antara rumah dan tempat pekerjaan kita selama bertahun - tahun. Maukah anda, dalam satu minggu ke depan, menjadikannya sebagai petualangan pribadi seperti pendaki gunung diatas ? Bila ya, amati setiap jarak yang anda tempuh.
Lihatlah wajah - wajah yang anda temui di jalan. Pepohonan dan daun - daun ditaman kota. Kios, warung dan toko.
Sinar Matahari yang terpantul di kaca gedung tinggi. Gumpalan asap mobil. Coretan di tembok - tembok kota. Apa saja!, semua yang anda jumpai.
Berikan perhatian. Namun, jangan masukkan kedalam hati demi sebuah penilaian. Nikmati saja petualangan ini tanpa perlu mengukur baik - buruknya semua itu. Terima saja ia adanya.
Dan, saat memasuki ruang kerja, bolehlah anda anggap tiba di puncak pendakian. Maka, kata bosanpun bisa kita lupakan dalam rutinitas sehari - hari.
ARTIKEL TERKAIT:
Inspirasi
- Ternyata Air Lebih Mahal Dari Emas
- Rindu Gunung Yang Dulu...
- Pendaki Era 90 an, Penuh Perjuangan
- Jangan Salah Pilih Teman Pendakian Gunungmu!
- Norman Edwin Quotes
- Tips Seru Petualangan Dengan Anak
- Inilah Sensasi Saat Mendaki Gunung
- Ingin Sahabat Sejati? Carilah Di Hutan Belantara
- Berilah 'Kelas Alam' Bagi Si Kecil
- 10 Lagu Wajib Nasional Indonesia Yang Menggetarkan Hati
- Romantisnya Mendaki Gunung Dengan Pasangan
- Mengharukan: Demi Anak, Seorang Ayah Jual Pena
- 70 Kali Dalam Sehari Maut Dekat Dengan Manusia
- Menikmati Pemandangan Alam Adalah Hak Kita, Tapi....
- Mendaki Gunung Tidak Akan Merubah Apapun!
- Inilah Masjid Portable Yang Pertama Di Indonesia
- Tips Berwudhu Di Alam Bebas
- Tips Packing Yang Tepat Untuk Mendaki Gunung
- Modal Utama Pendakian Gunung: Niat Belajar Dari Alam
- Menjadi Pendaki Yang Cerdas
- Gunung, Racun Yang Menyembuhkan!
- Sang Pemberani Yang Masuk Dalam Kawah Merapi
- Jatuh Cinta Paling Indah Itu Di Puncak Gunung
- Izinkanlah Aku Mendaki Gunung, Sekali Ini
- Dari Gunung Untuk Para Pendakinya