Sang senior segera mengambil pisau lipat tersebut dan bermaksud menghukum peserta Diksar yang telah lalai meninggalkan pisau lipatnya.
Setelah peserta berkumpul semua, sang senior dengan nada berwibawa berkata, "Siapa yang merasa kehilangan pisau lipat di tengah perjalanan tadi?" Tetapi tidak ada satu pesertapun yang berani menjawab.
Kemudian dia menambahkan, "Hayo cepat!" Saya sebenarnya sudah tahu siapa pemilik pisau lipat ini, karena namanya terukir di pisau ini. Tetapi saya ingin kejujuran kalian untuk mengaku!" Masih tidak ada jawaban dari para peserta.
"Karena tidak ada yang jujur mau mengakui kesalahannya, maka saya akan panggil namanya!" Para peserta masih terdiam.
Akhirnya sang senior habis kesabarannya, di ambilnya pisau lipat tadi kemudian dengan lantang berkata, "Stain...Maju kedepan!"
Para peserta saling melirik kalau - kalau ada yang maju kedepan. Karena tidak ada yang maju kedepan, senior berkata lagi:
"Saya panggil sekali lagi yang bernama STAINLESS STEEL untuk maju kedepan!"
ARTIKEL TERKAIT:
Banyolan
- Ternyata Bahasa Inggris Tak Sesimpel Bahasa Jawa
- Pendakian Di Gunung Gema
- Murid Yang Lebih Pintar Dari Kepala Sekolah
- Janganlah Menjadi Korban Sms!
- Robot Anti Kebohongan
- Sebuah Ujian Kecil
- Antara Perokok Dan Bukan Perokok
- Cobalah Berpikir Positif
- Kisah Sebuah Toples Kecil
- Hanya Ada Di Indonesia!
- Malam Pertama
- Surga Bagi Semua
- Jangan Salah Gunakan Teh!
- Kisah Sang Petualang Tua
- Tertawalah Agar Sehat!
- Tentang Dua Sahabat
- Tips Merokok Dengan Aman
- Wikileaks Mengaku Sulit Pecahkan Sandi Indonesia!
- Bahaya Tidur Telentang
- Nurdin Halid Memecat Tukang Parkir!
- Jin Di Sekitar Kita
- Antara Indonesia Dan Malaysia
- Java
- Lagu Jawa Yang Terkenal Di Dunia