Dan tingkat kesulitan menjadi kriteria khasnya di tambah dengan angka ketinggian yang memang terukur. Selain masalah teknis seperti perlengkapan dan perbekalan pendaki Indonesia.
Oleh karena itu, selama ini gunung - gunung es di Himalaya telah menjadi ikon yang sulit tergantikan. Karena Everest dan 13 puncak lainnya,yang ketinggiannya diatas 8.000 meter diatas permukaan air laut tersebar dikawasan itu.
Wajar jika kemudian para pendaki Indonesia beramai - ramai ingin mencoba keberuntungan dikawasan itu agar mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional.
Dampak negatifnya adalah terbengkalainya upaya pegenalan tanah air sendiri, seperti dikeluhkan Herman Lantang, salah seorang MAPALA UI.
”Dari dulu kita mengadakan kegiatan ini untuk menanamkan Rasa Cinta Tanah Air ,” ujar Herman. ”Sampai mati kayaknya saya nggak akan selesai mengeksplorasikan tanah air kita ini,” ia menambahkan.
Dari sisi pariwisata, kalau ada kecenderungan wisatawan pendaki berkantong tebal membidik puncak Everest melalui suatu tur Ekstrem yang diselenggarakan oleh Biro - biro Perjalanan petualangan dunia, adakah Indonesia memiliki peluang untuk menjaring juga para wisatawan tersebut?.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengkampanyekan seri pendakian tematik di Indonesia. Sebagaimana diketahui, Tanah Air kita memiliki Gunung Api terbanyak di Dunia, yaitu 129 buah.
Letusan Gunung Tambora pada 1815 memakan korban terbesar dalam sejarah peradaban, yakni 92.000 jiwa. Apakah fakta sejarah itu kita biarkan saja sekedar sebagai catatan di Buku - Buku Pelajaran ?.
Padahal kerapatan deretan dengan gunung api yang tersebar dari barat sampai ke timur ini yang memungkinkan dilakukannya pendakian marathon spektakuler bagi peminatnya.
Sebagai perbandingan, peserta The Three Peaks Challenge di Inggris harus berkendaraan sejauh 800 km untuk mencapai Base Camp 3 Gunung tujuan.
Ini hanya sekedar mengingatkan pendaki Indonesia untuk lebih mengenal gunung - gunungnya sendiri. Selayaknya kita mempromosikan wisata pendakian gunung tropis .
Melalui rekam jejak kita yang panjang, kita bisa memberikan contoh konsistensi hidup sebagai seorang pendaki. Namun kegiatan alam bebas memerlukan sinergi dari berbagai pihak.
ARTIKEL TERKAIT:
Inspirasi
- Ternyata Air Lebih Mahal Dari Emas
- Rindu Gunung Yang Dulu...
- Pendaki Era 90 an, Penuh Perjuangan
- Jangan Salah Pilih Teman Pendakian Gunungmu!
- Norman Edwin Quotes
- Tips Seru Petualangan Dengan Anak
- Inilah Sensasi Saat Mendaki Gunung
- Ingin Sahabat Sejati? Carilah Di Hutan Belantara
- Berilah 'Kelas Alam' Bagi Si Kecil
- 10 Lagu Wajib Nasional Indonesia Yang Menggetarkan Hati
- Romantisnya Mendaki Gunung Dengan Pasangan
- Mengharukan: Demi Anak, Seorang Ayah Jual Pena
- 70 Kali Dalam Sehari Maut Dekat Dengan Manusia
- Menikmati Pemandangan Alam Adalah Hak Kita, Tapi....
- Mendaki Gunung Tidak Akan Merubah Apapun!
- Inilah Masjid Portable Yang Pertama Di Indonesia
- Tips Berwudhu Di Alam Bebas
- Tips Packing Yang Tepat Untuk Mendaki Gunung
- Modal Utama Pendakian Gunung: Niat Belajar Dari Alam
- Menjadi Pendaki Yang Cerdas
- Gunung, Racun Yang Menyembuhkan!
- Sang Pemberani Yang Masuk Dalam Kawah Merapi
- Jatuh Cinta Paling Indah Itu Di Puncak Gunung
- Izinkanlah Aku Mendaki Gunung, Sekali Ini
- Dari Gunung Untuk Para Pendakinya