Berbeda dengan dua jalur pendakian yang sudah ada terlebih dahulu, yaitu Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, dan Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur, yang harus bersusah payah berjalan kaki untuk menggapai puncak Lawu.
Melewati jalur pendakian baru, yakni Taman Hutan Rakyat ( Tahura ) Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, Anda tak perlu lagi berjalan kaki. Pasalnya, di jalur pendakian baru ini, naik ke puncak Gunung Lawu bisa menggunakan motor trail. Tentu saja, Anda tak bisa mengendarai motor trail seorang diri menuju puncak melainkan ada pemandunya.
Nantinya, bila jalur ini sudah selesai, untuk mencapai puncak hanya membutuhkan waktu dua jam. Kecuali kalau musim hujan, jelas akan membutuhkan waktu hingga 7 jam lamanya.
Jalur pendakian baru yang ditemukan ini memanfaatkan jalan tikus yang biasa digunakan warga untuk mencari kayu bakar. Berkat jalan tikus para pencari kayu inilah, pendakian baru ini bisa cepat ditemukan jalur - jalurnya.
Nantinya, dari Tahura, pengunjung bisa mendaki dengan menggunakan motor trail hingga ke Pos 4 Suket Kuning. Di Pos 4, yang merupakan titik pertemuan dari jalur pendakian Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu, perjalanan menuju puncak Lawu atau Pos 5 bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki saja.
Ada sensasi tersendiri bila melalui jalur baru ini. Berbeda dengan jalur pendakian yang sudah ada, di jalur baru ini adenalin para pendaki benar - benar diuji saat naik ke puncak dengan menggunakan motor trail.
Hanya saja, kendala terberat yang harus diselesaikan agar jalur pendakian baru ini bisa dipergunakan, yaitu tanah pendakian yang masih labil, berbeda dengan jalur pendakian lama. Masih labilnya tanah dijalur pendakian ini disebabkan karena pada jalur baru, masih jarang dilalui para pendaki karena dianggap medannya cukup berat.
Penyelesaian masih terus dilakukan. Kalau jalur ini sudah resmi dibuka, selain bisa naik ke puncak pakai motor trail, untuk tim evakuasi para pendaki yang tersesat paling cepat melalui jalur ini.
Jadi, pengunjung bisa langsung merasakan masakan Mbok Yem di puncak Lawu, tim evakuasi pun bisa cepat membawa korban dari puncak Lawu lewat jalur ini.
ARTIKEL TERKAIT:
Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Cobalah Daki Gunung Kencana
- Mengapa Gunung Papandayan Pas Untuk Pendaki Pemula?
- Gunung Angker? Tetap Mendaki!
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Jalur Pendakian Gunung Andong
- 5 Gunung Pilihan Di Indonesia Untuk Didaki
- Cobalah Jalur Mistis Di Gunung Lawu
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Watu Rejeng Dan Gunung Ayek - Ayek
- Cobalah Daki Merbabu Lewat Jalur Suwanting
- Inilah 6 Jalur Pendakian Gunung Prau
- Ranu Kumbolo, Surga Yang Tak Lagi Dirindukan
- Branding Di Segara Anak Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Prau
- Cara Menuju Jalur Torean Rinjani
Pengetahuan
- Manfaat Bagi Yang Suka Naik Gunung
- Stop Sampah Dan Vandalisme Di Gunung
- Mengenal Bunga Edelweiss Lebih Jauh
- Cara Mencuci Dan Merawat Jaket Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Tips Membuat Bivak
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Tips Tidur Nyenyak Dalam Tenda
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Tips Memakai Tabir Surya Bagi Pendaki Gunung
- Tips Mendaki Gunung Dalam Hening
- Inilah Tehnik Aklimatisasi Yang Baik
- Tips Sebelum Mendaki Gunung
- Mengenal Gejala Acute Mountain Sickness
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Hindari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung
- Fontus, Botol Ajaib Untuk Pendaki