Di gunung saat hujan sering terjadi badai di sela hujan, maka seperti disebut di atas, persiapan, mutlak di perlukan secara khusus. Juga fisik di haruskan siap tanpa penghalang, karena kondisi medan yang berhawa dingin, hujan, angin kencang dan pakaian yang selalu basah.
Perhitungan yang matang tentang waktu perjalanan, lokasi berkemah, tempat - tempat darurat yang bisa digunakan untuk berlindung, bersitirahat dari hempasan cuaca dingin, sangat diperlukan pengetahuan jalur.
Untuk itu harus ada anggota yang telah berpengalaman dengan jalur pendakian. Serta pendaki harus pandai - pandai memilih peralatan, jangan menjadikan berat dengan barang yang tak diperlukan.
Cuaca yang buruk sering membuat stamina pendaki menurun sehingga sangat tidak nyaman membawa beban berat.
Tetapi pendaki justru menambah beban keril dengan barang - barang yang seringkali justru tidak berguna. Perlengkapan yang penting seperti jas hujan justru sering dilupakan, mereka berpikir lebih penting membawa sleeping bag.
Lupakan tidur di gunung ketika musim hujan. Berkemah di musim hujan sungguh tidak nyaman, pakaian basah harus diganti sebelum masuk tenda, tas yang basah dan kotor, serta sepatu yang kotor harus berada diluar tenda sehingga tidak aman.
Tenda kapasitas 4 orang ketika musim hujan tidak bisa diisi penuh empat orang, karena banyak barang yang basah, dan barang yang bersentuhan dengan tenda akan menghasilkan rembesan air.
Atau bisa juga menerapkan Hiking Without Camping, yakni pendakian gunung dalam sekali jalan, naik dan turun, sehingga tak perlu menginap di tengah gunung. Atau mendaki dan kembali turun dalam satu hari.
Untuk melakukan hal itu, beberapa hal yang dilakukan adalah:
a. Memilih dan menentukan gunung dengan jarak tempuh pendakian yang relatif pendek ( sekitar 6 km s / d 15 km - jarak akumulatif pergi dan pulang ).
b. Mulai mendaki di pagi hari. Sedapat mungkin mengusahakan mulai mendaki sekitar pukul 05.00 wib.
c. Membawa perlengkapan seringan mungkin, hanya yang betul - betul diperlukan dan biasanya beban yang di bawa tidak lebih dari 3 kg. Pastinya perlengkapan kesiapan untuk menghadapi hujan yang tiba - tiba turun tak mungkin dilupakan, juga dengan kemungkinan kemalaman di dalam hutan, ponco, payung, senter.
d. Say no to 'sandal', apalagi sandal jepit.
e. Ingat prinsip pendakian: 'pulang dengan selamat adalah tujuan'.
ARTIKEL TERKAIT:
Pengetahuan
- Manfaat Bagi Yang Suka Naik Gunung
- Stop Sampah Dan Vandalisme Di Gunung
- Mengenal Bunga Edelweiss Lebih Jauh
- Cara Mencuci Dan Merawat Jaket Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Tips Membuat Bivak
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Tips Tidur Nyenyak Dalam Tenda
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Tips Memakai Tabir Surya Bagi Pendaki Gunung
- Tips Mendaki Gunung Dalam Hening
- Inilah Tehnik Aklimatisasi Yang Baik
- Tips Sebelum Mendaki Gunung
- Mengenal Gejala Acute Mountain Sickness
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Hindari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung
- Fontus, Botol Ajaib Untuk Pendaki