Everest bagai permata dari Pegunungan Himalaya. Pendaki dari seluruh dunia memadati Distrik Solukhumbu, Taman Nasional Sagarmatha, Nepal, demi berjuang mencapai puncak gunung tertinggi di dunia.
Tapi, mendaki Gunung Everest bukan main sulitnya. Butuh belasan hari, bahkan bulanan, agar bisa mencapai puncaknya di ketinggian 8.848 Mdpl.
Tiap pendaki yang ingin mencapai puncak Everest harus mengurus administrasi di Kathmandu, tepatnya di Nepal Mountaineering Association ( NMA ) atau Kementerian Pariwisata setempat. Untuk permitnya tiap orang harus bayar, kira - kira Rp 100 juta!
Mahal? Mungkin iya, kalau ditotal, pendaki yang ingin mencapai puncak Everest harus merogoh kocek Rp 500 juta - 1 miliar.
Masuk akal, mengingat persediaan logistik dan peralatan selama berbulan - bulan dalam perjalanan dari dan menuju puncak Everest.
Dari Kathmandu, pendaki harus naik pesawat sampai titik pendakian pertama yakni Lukla. Dari EBC ( Everest Base Camp ) menuju puncak Everest, ada hal penting yang harus diperhatikan pendaki.
Tiap mendaki 1 camp, pendaki harus kembali lagi ke camp sebelumnya untuk menginap. Ini dilakukan untuk aklimatisasi, agar tidak terjadi hipotermia atau Acute Mountain Sickness ( AMS ).
Perjalanan menuju puncak sulitnya luar biasa. Badai salju pun sering menghadang. Bayangkan angin kecepatan 80 km / jam, namun dengan suhu -20 derajat Celcius. Salju dan hujan es menghadang, jarak pandang hanya 10 - 15 meter.
Mulai camp 3, trek yang dilalui juga sangat ekstrem dengan kemiringan 70 - 80 derajat. Sangat berpotensi terkena longsoran dari atas, apalagi kalau terjadi badai.
Oleh karena itu, keahlian dan kehati - hatian pendaki sangat penting saat mendaki Everest.
Keahlian, stamina, peralatannya tidak boleh main - main. Tidak boleh salah aklimatisasi juga, harus benar - benar dijaga ritmenya. Setidaknya, harus sudah pernah mendaki 2 - 3 gunung es sebelumnya.
Mahal dan sulit. Dua kata itu mungkin bisa menggugurkan semangat para pendaki yang ingin berpijak di puncak Everest. Tapi dengan usaha dan doa, tak ada yang tak mungkin.
Mencapai puncak Everest adalah hal yang membanggakan tentunya. Yang paling membanggakan, adalah membawa nama Indonesia di kalangan Seven Summiters dari berbagai negara. Seperti jadi duta Indonesia, meski dalam bidang mountaineering. src
ARTIKEL TERKAIT:
Pengetahuan
- Manfaat Bagi Yang Suka Naik Gunung
- Stop Sampah Dan Vandalisme Di Gunung
- Mengenal Bunga Edelweiss Lebih Jauh
- Cara Mencuci Dan Merawat Jaket Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Tips Membuat Bivak
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Tips Tidur Nyenyak Dalam Tenda
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Tips Memakai Tabir Surya Bagi Pendaki Gunung
- Tips Mendaki Gunung Dalam Hening
- Inilah Tehnik Aklimatisasi Yang Baik
- Tips Sebelum Mendaki Gunung
- Mengenal Gejala Acute Mountain Sickness
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Hindari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung
- Fontus, Botol Ajaib Untuk Pendaki
Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Cobalah Daki Gunung Kencana
- Mengapa Gunung Papandayan Pas Untuk Pendaki Pemula?
- Gunung Angker? Tetap Mendaki!
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Jalur Pendakian Gunung Andong
- 5 Gunung Pilihan Di Indonesia Untuk Didaki
- Cobalah Jalur Mistis Di Gunung Lawu
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Watu Rejeng Dan Gunung Ayek - Ayek
- Cobalah Daki Merbabu Lewat Jalur Suwanting
- Inilah 6 Jalur Pendakian Gunung Prau
- Ranu Kumbolo, Surga Yang Tak Lagi Dirindukan
- Branding Di Segara Anak Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Prau
- Cara Menuju Jalur Torean Rinjani