Seperti dilansir laman Boldsky, ada sejumlah fakta yang mungkin banyak tidak diketahui orang, mengenai Gunung Everest, berikut ini penjelasannya.
Kotor
Fakta yang merendahkan, namun benar terjadi di puncak Gunung Everest. Setiap musim, orang pergi ke puncak dan membuat sejarah perjalanannya.
Namun, sisa - sisa makanan, botol, plastik dan lain - lain mencemari gunung serta lingkungan yang ditinggalkan oleh para pengunjung.
Kemacetan
Kabar ini mengejutkan, namun benarkah terjadi kemacetan di puncak gunung ini? Ya, itu benar. Tapi, kemacetan yang terjadi adalah kemacetan lalu lintas manusia.
Meskipun butuh pengeluaran besar untuk melakukan ekspedisi di Gunung Everest, para pendaki tidak pernah membiarkan menginjak puncak hanya sekedar mimpi.
Akibatnya, padatnya para pendaki menimbulkan kemacetan lalu lintas manusia di puncak Gunung Everest.
Nama Lain
Jika seseorang memberitahu Anda 'Chomolungma' adalah puncak tertinggi atau 'Sagarmatha' adalah mahkota Himalaya, janganlah protes.
Yang pertama adalah nama puncak Tibet yang berarti "Dewi Pegunungan", sementara yang satu lagi berarti "Dahi langit" di Nepal.
Tingginya Bertambah
Sebuah penelitian menjelaskan bahwa ketinggian gunung ini meningkat 4 milimeter setiap tahun. Lempeng benua bergerak, ketinggian gunung ini pun ikut tumbuh.
Dan perlu pula diketahui, meskipun ketinggiannya 8.848 meter, itu justru berawal dari banyak diskusi dan perdebatan.
Peninggalan Sejarah
Batu kapur dan batu pasir, batu yang ditemukan di puncak gunung membuktikan bahwa bagian dari batuan sedimen yang terletak di bawah permukaan laut hampir berusia 450 juta tahun yang lalu. Selain itu, fosil laut dan hewan juga bukti adanya kehidupan di sana.
Populer
Perhitungan statistik menjelaskan bahwa lebih dari 4.000 orang telah mencoba untuk mencapai puncak gunung ini.
Dua Pria di Puncak
Banyak pria mencapai puncak, apa untungnya? Sherpa bersaudara, Sherpa dan Phurba Tashi adalah pendaki yang sampai ke puncak hingga 21 kali dalam hidup mereka. Apa yang mereka pikirkan? Baginya, Gunung Everest merupakan pasar terdekat dari rumah mereka.
Rumah Laba - laba
Ternyata banyak laba - laba hitam yang berhasil tinggal di sana dan bertahan meskipun ditiup angin dari arah lain. Mereka biasanya hidup di celah - celah gunung. Viva
ARTIKEL TERKAIT:
Pengetahuan
- Manfaat Bagi Yang Suka Naik Gunung
- Stop Sampah Dan Vandalisme Di Gunung
- Mengenal Bunga Edelweiss Lebih Jauh
- Cara Mencuci Dan Merawat Jaket Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Tips Membuat Bivak
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Tips Tidur Nyenyak Dalam Tenda
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Tips Memakai Tabir Surya Bagi Pendaki Gunung
- Tips Mendaki Gunung Dalam Hening
- Inilah Tehnik Aklimatisasi Yang Baik
- Tips Sebelum Mendaki Gunung
- Mengenal Gejala Acute Mountain Sickness
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Hindari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung
- Fontus, Botol Ajaib Untuk Pendaki
Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Cobalah Daki Gunung Kencana
- Mengapa Gunung Papandayan Pas Untuk Pendaki Pemula?
- Gunung Angker? Tetap Mendaki!
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Jalur Pendakian Gunung Andong
- 5 Gunung Pilihan Di Indonesia Untuk Didaki
- Cobalah Jalur Mistis Di Gunung Lawu
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Watu Rejeng Dan Gunung Ayek - Ayek
- Cobalah Daki Merbabu Lewat Jalur Suwanting
- Inilah 6 Jalur Pendakian Gunung Prau
- Ranu Kumbolo, Surga Yang Tak Lagi Dirindukan
- Branding Di Segara Anak Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Prau
- Cara Menuju Jalur Torean Rinjani