![]() |
Kawah yang luas dan dalam ini terdapat di Gunung Tambora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terbentuk akibat erupsi hebat pada April 1815 |
Menurut catatan sejarah, sebelum tahun 1815, Tambora belum pernah menunjukkan gejala meletus. Namun, lima hari sebelum 17 April tahun tersebut, terlihat gejala bakal adanya letusan hebat.
Pada 10 April, dimulailah seri perdana dari erupsi Gunung Tambora dengan dikeluarkannya asap dan debu hingga ketinggian 32 kilometer menuju atmosfer.
Dan, mencapai puncaknya pada 17 April dengan suara dentuman yang bisa terdengar hingga jarak ribuan kilometer.
Letusan Tambora juga mengakibatkan perubahan iklim, suhu, dan cuaca di penjuru dunia. Debu yang dikeluarkannya membuat temperatur menurun selama beberapa tahun pasca ledakan.
Tambora pula yang dituduh bertanggung jawab atas turunnya salju di New England pada musim panas tahun 1815.
Namun, paling menderita adalah para penduduk di Pulau Sumbawa. Beberapa bulan setelah Tambora bergejolak, sebanyak 80 ribu orang tewas karena gagal panen dan penyakit.
Letusan Tambora adalah yang terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah manusia modern. Magnitudo letusannya, berdasarkan Volcanic Explosivity Index ( VEI ), berada pada skala tujuh dari delapan.
Satu - satunya yang mengalahkan letusan Tambora hanyalah letusan Gunung Toba ( Sumatera Utara ), sekitar 74.000 tahun lalu.
Mengutip laporan ahli botani Belanda, Junghuhn, dalam The Eruption of G Tambora in 1815. Dituliskannya bahwa empat tahun setelah letusan, sejauh mata memandang adalah batu apung.
Pelayaran terhambat oleh batuan apung berukuran besar yang memenuhi lautan. Segala yang hidup telah punah.
Bumi begitu mengerikan dan kosong. Laporan ini berdasarkan laporan Disterdijk yang datang ke Tambora pada 16 Agustus 1819 bersama The Dutch Residence of Bima.
Letusan Tambora pada 1815 itu membuatnya dijuluki "Pompeii dari Timur", merujuk pada kota kuno di Italia yang terkubur abu dan debu akibat letusan Gunung Vesuvius. NG
ARTIKEL TERKAIT:
Pengetahuan
- Manfaat Bagi Yang Suka Naik Gunung
- Stop Sampah Dan Vandalisme Di Gunung
- Mengenal Bunga Edelweiss Lebih Jauh
- Cara Mencuci Dan Merawat Jaket Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Tips Membuat Bivak
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Tips Tidur Nyenyak Dalam Tenda
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Tips Memakai Tabir Surya Bagi Pendaki Gunung
- Tips Mendaki Gunung Dalam Hening
- Inilah Tehnik Aklimatisasi Yang Baik
- Tips Sebelum Mendaki Gunung
- Mengenal Gejala Acute Mountain Sickness
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Hindari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung
- Fontus, Botol Ajaib Untuk Pendaki
Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Cobalah Daki Gunung Kencana
- Mengapa Gunung Papandayan Pas Untuk Pendaki Pemula?
- Gunung Angker? Tetap Mendaki!
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Jalur Pendakian Gunung Andong
- 5 Gunung Pilihan Di Indonesia Untuk Didaki
- Cobalah Jalur Mistis Di Gunung Lawu
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Watu Rejeng Dan Gunung Ayek - Ayek
- Cobalah Daki Merbabu Lewat Jalur Suwanting
- Inilah 6 Jalur Pendakian Gunung Prau
- Ranu Kumbolo, Surga Yang Tak Lagi Dirindukan
- Branding Di Segara Anak Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Prau
- Cara Menuju Jalur Torean Rinjani