Dengan kondisi gua yang sangat minim sumber makanan, mereka mempunyai strategi dengan menurunkan laju metabolisme sampai batas yang sulit dipahami. Kecepatan dan kemampuan reproduksinya pun turun drastis.
Rendahnya kemampuan reproduksi ini menyebabkan para penghuni gua mempunyai populasi yang sangat kecil. Dalam satu gua mungkin jumlah individunya tidak lebih dari dua puluh individu.
Troglobite, itulah istilah yang lazim dikenal di dunia biospeleologi untuk mencirikan fauna yang telah teradaptasi secara mutlak di dalam gua. Istilah ini membatasi fauna - fauna yang hidupnya sangat tergantung dengan gua dan tidak ditemukan lagi di luar gua.
Bentuknya pun telah mengalami proses evolusi yang panjang untuk mampu hidup di dalam gua dengan segala batasannya. Antena dan kaki yang panjang serta warna putih pucat bahkan transparan adalah bentuk yang lazim ditemukan di fauna troglobite. Bahkan matanya pun sudah tidak ditemukan lagi, hilang tanpa bekas.
Di Indonesia, troglobite yang telah dideskripsi jumlahnya tidak lebih dari 38 jenis. Jenis troglobite pertama kali dideskripsi dari gua di Gunung Sewu yaitu kepiting gua yang dikenal dengan Sesarmoides jacobsoni.
Kepiting ini ditemukan di kolam - kolam air yang berasal dari resapan air di celah - celah batuan gua. Sampai saat ini, kepiting gua ini hanya ditemukan di Gunung Sewu.
Peningkatan jumlah jenis yang dideskripsi terjadi di era 80 - an dimana kegiatan eksplorasi biologi gua di Indonesia begitu gencar. Selama 2005 - 2007 sedikitnya telah dipublikasi enam jenis baru dari gua - gua di Sulawesi dan Jawa. Jenis tersebut umumnya jenis krustasea yang menghuni perairan di dalam gua.
Dari kawasan Citeureup, Jawa Barat, terdapat sejenis udang yang berukuran tujuh milimeter yang ditemukan di genangan air. Jenis yang diberi nama Stenasellus javanicus merupakan catatan baru bagi Pulau Jawa.
Sebelumnya marga yang sama hanya ditemukan di Malaya, Sumatra, dan Borneo. Jenis ini hanya ditemukan di satu gua bahkan hanya di satu genangan air, eksplorasi lebih lanjut di gua - gua sekitarnya tidak berhasil menemukan catatan lebih lanjut.
Jumlah jenis troglobite yang telah dideskripsi ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan keberadaan gua dan kawasan karst di Indonesia yang luasnya mencapai 145.000 kilometer persegi yang sampai saat ini hanya 15 persen yang dilindungi.
Luasan kawasan karst di Indonesia adalah yang terluas di negara - negara Asia Tenggara. Namun sayangnya, jumlah jenisnya belum sebanding dengan jumlah gua dan luasan karst di Indonesia. Puluhan bahkan mungkin ratusan jenis troglobite yang telah dikoleksi saat ini telah menunggu untuk dideskripsi.
Beberapa jenis bahkan belum diketahui marganya. Temuan - temuan troglobite tentu saja akan menambah daftar panjang yang sudah selayaknya mulai sekarang diungkap sebelum perubahan dan kehancuran ekosistem gua dan karst terjadi. src
ARTIKEL TERKAIT:
konservasi
- Stop Sampah Dan Vandalisme Di Gunung
- Mengenal Bunga Edelweiss Lebih Jauh
- Ranu Kumbolo, Surga Yang Tak Lagi Dirindukan
- Pentingnya Hutan Bagi Kehidupan
- Inilah Ancaman Hukum Bagi Perusak Satwa Liar Yang Dilindungi
- Menjadi Artis Di Medsos Dengan Membunuh Kucing Hutan!
- Karena Menyantap Kucing Hutan, Mahasiswi Jember Ini Di Bekuk Polisi
- Inilah 10 Negara Yang Ikut Menyumbang Rusaknya Bumi
- Pak Sadiman, Sang Penyelamat Hutan Negara
- Inilah Cara Tumbuhan Bertunas Setelah Kebakaran Di Alam
- Apa Yang Menyebabkan Kebakaran Di Hutan?
- Sampah Di Gunung - Gunung Indonesia Semakin Mengkhawatirkan
- Benarkah Harimau Jawa Telah Punah?
- Tangisan Rinjani Karena Pendakinya
- Inilah Elang Jawa, Wajah Asli Garuda Indonesia
- Satu Spesies Satwa Punah, Apa Yang Terjadi?
- Mari Selamatkan Rinjani!
- Pentingnya Pohon Dan Alam Terbuka Bagi Manusia
- Mengenal Gunung Rinjani Lebih Jauh
- Tips Mengurangi Sampah Saat Mendaki Gunung
- Mengenal Penghargaan Kalpataru
- 16 Jenis Burung Elang Di Pulau Jawa
- Hutan Tropis Sumatera Terancam Bahaya
- Misi Menjaga Slamet Tetap Lestari
- Pesan Bumi Di Hari Bumi
Pengetahuan
- Manfaat Bagi Yang Suka Naik Gunung
- Stop Sampah Dan Vandalisme Di Gunung
- Mengenal Bunga Edelweiss Lebih Jauh
- Cara Mencuci Dan Merawat Jaket Gunung
- 5 Gunung Dengan Jalur Tersulit Di Indonesia
- 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Jawa Tengah
- 8 Fakta Gunung - Gunung Di Sumatera Barat
- 7 Gunung Tertinggi Di Jawa Barat
- 5 Mitos Seru Di Gunung Lawu
- Fakta Menarik Tentang Gunung Rinjani
- Fakta Tentang Gunung Bawakaraeng
- Inilah Fakta Tentang Gunung Semeru
- Tips Membuat Bivak
- 5 Gunung Yang Berselimut Mistis
- Tips Tidur Nyenyak Dalam Tenda
- Pastikan 5 Hal Ini Sebelum Mendaki Rinjani
- Tips Memakai Tabir Surya Bagi Pendaki Gunung
- Tips Mendaki Gunung Dalam Hening
- Inilah Tehnik Aklimatisasi Yang Baik
- Tips Sebelum Mendaki Gunung
- Mengenal Gejala Acute Mountain Sickness
- 5 Gunung Tertinggi Di Dunia
- Himalaya Untuk 5 Negara
- Hindari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung
- Fontus, Botol Ajaib Untuk Pendaki